Blogging sekarang menjadi hal yang sedikit kuno di internet, hanya beberapa orang saja yang tetap melakukan aktivitas blogging sampai saat ini. Blogging sendiri setahu saya mulai tenar di Indonesia pada era friendster dan myspace berkuasa dan puncaknya setelah friendster dan myspace tidak memiliki peminat lagi karena facebook hadir dengan puluhan feature yang lebih memanjakan pengguna. Tapi setelah situs micro blogging 140 karakter sekaligus sosial media twitter muncul ketenaran blog mulai memudar. Hal ini mungkin dikarenakan lebih banyak yang membaca tulisan kita, karena muncul di timeline follower dari pada harus membuat platform sendiri untuk blogging yang hanya dibaca saat ada yang membutuhkan. Namun tentu twitter tidak dapat membuat tulisan yang panjang dalam bentuk artikel.
Kembali ke topik utama tentang static blog, tapi terlebih dahulu kita harus tahu apa itu static blog. Static blog adalah blog yang tidak memiliki back-end yang digunakan untuk mengatur bussiness logic sebuah blog. Semua variabel dan logika pada blog di proses pada komputer lokal dengan bantuan mesin generator(framework). File yang dihasilkan oleh framework tersebut adalah file-file html yang nantinya akan kita upload ke server. Kelebihan menggunakan static blog adalah kita tidak harus pusing memikirkan database server dan tentu saja memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi di banding blog yang memiliki database. Static blog juga memiliki kecepatan dalam menampilkan data yang di request client.
Ada beberapa framework static blog yang saya temukan di internet, diantaranya hexo (Node.js), jekyll (Ruby), octopress (turunan jekyll), jekyll bootstrap (turunan jekyll), dan harp (Node.js). Saya sendiri lebih tertarik menggunakan hexo, karena berjalan di atas Node.js dan memiliki dokumentasi yang baik walaupun belum memiliki komunitas yang besar. Hexo dikembangkan pada tahun 2012 oleh Tommy Chen (Taiwan) dan dibantu oleh puluhan kontributor hexo di github. Post pada hexo ditulis dalam format Markdown.
Memulai Membuat Blog dengan Hexo
- Untuk memulai membuat blog dengan hexo terlebih dahulu anda harus memiliki Node.js di komputer anda, download Node.js disini.
- Bila sudah menginstall Node.js, kemudian buka console user interface milik anda dan ketikan:
npm install hexo -g - Setelah selesai, masuk ke direktori dimana anda ingin meletakan file hexo, lalu ketikan:
hexo init <nama_blog> - Kemudian masuk ke direktori blog hexo anda dengan perintah
cd <nama_blog>, dan install paket Node.js tambahan yang diperlukan hexo untuk membangun blog anda dengan perintah:
npm install
Default paket yang dibutuhkan hexo antara lain: hexo-renderer-ejs, hexo-renderer-marked, hexo-renderer-stylus. Paket renderer tersebut masing-masing digunakan untuk mengkonversi file berformat *.ejs menjadi *.html, *.md menjadi *.html, dan *.styl menjadi *.css - Jalankan blog anda dengan perintah:
hexo server - Untuk melihat blog anda buka
localhost:4000di address bar browser anda. Port 4000 adalah default port yang digunakan hexo, anda dapat merubahnya nanti.
Berikut ini bentuk struktur direktori hexo:
nama_blog/ ├── _config.yml ├── package.json ├── scaffolds/ ├── source/ | ├── _drafts/ | └── _posts/ └── themes/
Berikut penjelasan singkat struktur direktori diatas:
- _config.yml, file _config.yml berisi pengaturan global dari blog kita.
- package.json, file ini berisi paket-paket Node.js yang dibutuhkan hexo.
- scaffolds/, adalah direktori yang berisi layout-layout yang ada di hexo.
- source/, direktori ini berisi file-file blog anda yang akan di generate oleh hexo.
- _drafts/, direktori _drafts berisi file-file draft yang tidak akan di tampilkan di blog anda (unpublish).
- _posts/, direktori ini berisi file-file markdown postingan anda.
- themes/, direktori ini berisi tema dari blog anda. Bila ingin merubah tema, anda dapat mencarinya disini dan lakukan perubahan properti theme pada file _config.yml untuk memberitahu hexo tema yang akan di generate.
Setelah berhasil melakukan langkah di atas lakukan pengaturan pada blog anda. Bila mengalami sedikit kebingungan anda dapat melihat file konfigurasi hexo milik saya:
Sedikit penjelasan file konfigurasi di hexo
Karena blog saya berada pada sub direktori blog, saya mengisikan konfigurasi root dengan nilai ‘/blog/‘, bila blog anda berada pada main root isikan dengan ‘/‘. Permalink adalah URI dari post anda, anda dapat mengubah formatnya sesuai keinginan anda. Bila anda meletakan blog anda pada hosting, kosongkan properti deploy, anda dapat melihat penjelasannya pada publikasi blog di bagian bawah. Hexo sendiri tidak menyediakan kolom komentar pada blog yang dihasilkannya, anda dapat menggunakan aplikai pihak ketiga seperti disqus ataupun facebook comment plugin.
Membuat Postingan
Untuk membuat postingan di hexo gunakan perintah hexo new "Judul Artikel". File postingan anda akan berada pada direktori nama_blog/source/_post/. Setiap postingan yang anda buat akan memiliki front-matter. Front-matter adalah file pengaturan dari artikel anda. Pengaturan tersebut harus dibungkus dengan - - - pada akhir pengaturan (sebelum isi post). Pengaturan yang dapat anda isikan antara lain:
- layout, adalah bentuk desain halaman yang anda gunakan.
- title, adalah judul artikel anda.
- date, adalah tanggal post dibuat.
- update, adalah tanggal pembaharuan post anda. Anda dapat menambhkan secara manual properti ini dengan melakukan pengaturan pada file scaffolds post.
- comments, bila anda tidak ingin menampilkan kolom komentar isikan dengan
false(default: true). - tags, sama halnya dengan tags pada wordpress. Untuk mengisikan lebih dari satu tag tuliskan dalam format berikut:
|
|
- categories, adalah kategori artikel anda. Anda tidak dapat menuliskan lebih dari satu kategori seperti pada penulisan tags. Penulisan dengan format seperti tags diatas dianggap sebagai sub-kategori pada hexo.
- permalink, anda dapat mengganti default permalink post anda dengan menambahkan properti ini.
Ketikan perintah hexo server dan buka localhost:4000 bila ingin melihat artikel baru anda.
Publikasi Blog
Perintah yang digunakan:hexo generate : akan menghasilkan direktori ‘public/‘.hexo deploy : untuk melakukan proses deployment
Hexo hanya bertugas sebagai generator dengan mengumpulkan data-data yang kita masukan dan mengirimkannya kepada file-file yang mebutuhkan (perintah: hexo-generator). Untuk proses publikasi, hexo memiliki beberapa metode berbeda sesuai dengan platform publikasi yang anda gunakan (perintah: hexo-deploy). Saya sendiri memilih untuk mempublikasikan blog saya dengan Github Pages, disamping gratis saya juga sedang mencoba membiasakan diri menggunakan github. Bila anda juga ingin mempublikasikan blog anda di github anda hanya perlu melakukan pengaturan pada blog anda, dengan mengisikan properti dibawah ini pada file _config.yml. Disini saya tidak menjelaskan cara membuat github pages, anda dapat mencari sendiri cara membuat github pages di internet.
|
|
Bila anda ingin meletakan file hexo di hosting anda, anda dapat menggirimkan direktori ‘public/‘ hasil generate melalui protokol ftp dengan menggunakan ftp client sperti FileZilla atau menggunakan plugin hexo jsftp dan melakukan pengaturan pada file _config.yml. Untuk mengetahui metode lain mengenai deployment dan publikasi hexo anda dapat melihat di Hexo Deployment Docs.
Comments